Cerita Dewasa Incest Tragedi Yang Memilukan
Incest atau inses merupakan hubungan badan antara pria dan wanita, yang masih memiliki hubungan darah atau kekerabatan. Contohnya adalah hubungan seksual sedarah ibu dan anak, ayah dan anak, kakak dan adik, antara sepupu, paman atau tante bersama keponakannya, dan lainnya. Intinya, kedua pelaku masih ada hubungan keluarga ( ikatan pertalian darah atau keturunan ) bisa lihat lebih lkp di wikipedia.
Quote:
Tragedi bejatnya moralitas manusia yang memilukan menghebohkan berita dalam beberapa waktu ini. Kasus hubungan sedarah atau incest yang terjadi di Kabupaten Pringsewu, Lampung bikin geger dan membuat kita geleng geleng kepala.
Seorang wanita yang berusia sekitar 18 tahun menjadi korban incest dari keluarganya sendiri, yang seharusnya mengayomi. Istilah pagar makan tanaman mungkin lazim tersemat untuk menggambarkan kasus serupa ini. Dari berita yang dimuat detikNews beberapa fakta yang dikabarkan, bisa membuat kita tercengang mengelus dada. Berikut fakta dalam berita yang sudah dimuat beberapa hari yang lalu:
1. Wanita tanpa ibu
Korban diberitakan berusia sekitar 18 tahun. Pelaku yang berjumlah 3 orang dalam berita, merupakan keluarga yang seharusnya menjaga, merawat dan melindunginya. Tragedi pilu itu terjadi melibatkan sang ayah yang berusia sekitar 45tahun, kakak korban yang berusia sekitar 24 tahun dan adik laki-laki korban, yang masih dibawah umur berusia sekitar 15-16 tahun.
Kejadian tersebut konon terjadi berulang kali setelah korban dan keluarga itu, ditinggal pergi meninggalkan dunia oleh ibunya. Sepeninggal sang almarhumah ibunya, seharusnya sang ayah beserta keluarga yang mengayomi korban menjadi buas tanpa aturan, sungguh memilukan. Untunglah kini kegiatan tersebut terhenti, setelah adanya tetangga korban yang curiga dengan aktivitas tak lazim, lalu melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwenang.
2. Penyandang disabilitas mental
Gangguan keterbelakangan mental yang membuat para pelaku leluasa melakukan kegiatan amoral tersebut berulang kali. Dalam berita disebutkan bahwa kakaknya bisa sampai 120 kali dalam setahun, adiknya 60 kali dan bapaknya berulangkali, melakukan tindakan keji kepada korban. Kuat dugaan kejadian tersebut bisa berulang kali terjadi karena korban tak kuasa melawan. Kejadian tersebut terbongkar karena warga curiga pula dengan kondisi korban, yang semakin hari makin terlihat kurus dan nampak menyiratkan derita tersembunyi.
3. Embat Kambing dan sapi
Dalam berita yang dibaca termuat kabar bahwa sang adik korban yang merupakan salah satu pelaku, memiliki kelainan prilaku seks. Adik pelaku yang masih dibawah umur itu, konon pernah menyetubuhi kambing dan sapi tetangganya. Selain prilaku bejat sang ayah yang menyetubuhi anaknya, ayah pelaku juga nampaknya punya kelainan prilaku seks yang berat.
Si ayah tahu prilaku seks anak anaknya namun dibiarkan saja itu terjadi berulang kali. Sungguh keterlaluan. Kasus ini pun terus diusut pihak berwajib, agar perkara serupa yang terjadi di lain lokasi bisa terdeteksi dan berharap bisa dicegah untuk dilain waktu dan lokasi.
4. Korban video porno
Dalam handphone yang disita pihak berwajib, ternyata didalamnya berisi banyak video porno, rekaman adegan begituan, dan gambar gambar yang vulgar. Kakak dan adik pelaku diduga kuat, menjadikan adiknya sebagai korban berkali-kali, karena pengaruh dari apa yang biasa mereka tonton. Kebiasaan menonton video porno yang dimiliki para pelaku ini, diduga kuat merupakan pemicu utama tragedi memilukan, yang menimbulkan korban saudara mereka sendiri, itu terjadi berulang kali.
5. Trauma dan khilaf
Gadis asal wilayah Kabupaten Pringsewu, Lampung, yang menjadi korban itu, tentu saja akan mengalami trauma yang berkepanjangan. Sedangkan pelaku utama yang juga merupakan ayah korban, mengaku khilaf. Karena khilaf dan gelap mata maka akal dan budi pekerti mereka kalah dengan naluri, kalah dengan nafsu, kalah dengan keinginan dan lainnya. Sementara itu sang gadis sebagai korban itu sendiri, menjadi korban karena kalah dengan keadaan.

Tragedi bejatnya moralitas manusia yang memilukan menghebohkan berita dalam beberapa waktu ini. Kasus hubungan sedarah atau incest yang terjadi di Kabupaten Pringsewu, Lampung bikin geger dan membuat kita geleng geleng kepala.
Video Lengkap Seputar Kasus Incest Di Lampung Bisa Simak Link Dari Youtube Berikut ini
Seorang wanita yang berusia sekitar 18 tahun menjadi korban incest dari keluarganya sendiri, yang seharusnya mengayomi. Istilah pagar makan tanaman mungkin lazim tersemat untuk menggambarkan kasus serupa ini. Dari berita yang dimuat detikNews beberapa fakta yang dikabarkan, bisa membuat kita tercengang mengelus dada. Berikut fakta dalam berita yang sudah dimuat beberapa hari yang lalu:
1. Wanita tanpa ibu

Korban diberitakan berusia sekitar 18 tahun. Pelaku yang berjumlah 3 orang dalam berita, merupakan keluarga yang seharusnya menjaga, merawat dan melindunginya. Tragedi pilu itu terjadi melibatkan sang ayah yang berusia sekitar 45tahun, kakak korban yang berusia sekitar 24 tahun dan adik laki-laki korban, yang masih dibawah umur berusia sekitar 15-16 tahun.
Kejadian tersebut konon terjadi berulang kali setelah korban dan keluarga itu, ditinggal pergi meninggalkan dunia oleh ibunya. Sepeninggal sang almarhumah ibunya, seharusnya sang ayah beserta keluarga yang mengayomi korban menjadi buas tanpa aturan, sungguh memilukan. Untunglah kini kegiatan tersebut terhenti, setelah adanya tetangga korban yang curiga dengan aktivitas tak lazim, lalu melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwenang.
2. Penyandang disabilitas mental

Gangguan keterbelakangan mental yang membuat para pelaku leluasa melakukan kegiatan amoral tersebut berulang kali. Dalam berita disebutkan bahwa kakaknya bisa sampai 120 kali dalam setahun, adiknya 60 kali dan bapaknya berulangkali, melakukan tindakan keji kepada korban. Kuat dugaan kejadian tersebut bisa berulang kali terjadi karena korban tak kuasa melawan. Kejadian tersebut terbongkar karena warga curiga pula dengan kondisi korban, yang semakin hari makin terlihat kurus dan nampak menyiratkan derita tersembunyi.
3. Embat Kambing dan sapi

Dalam berita yang dibaca termuat kabar bahwa sang adik korban yang merupakan salah satu pelaku, memiliki kelainan prilaku seks. Adik pelaku yang masih dibawah umur itu, konon pernah menyetubuhi kambing dan sapi tetangganya. Selain prilaku bejat sang ayah yang menyetubuhi anaknya, ayah pelaku juga nampaknya punya kelainan prilaku seks yang berat.
Si ayah tahu prilaku seks anak anaknya namun dibiarkan saja itu terjadi berulang kali. Sungguh keterlaluan. Kasus ini pun terus diusut pihak berwajib, agar perkara serupa yang terjadi di lain lokasi bisa terdeteksi dan berharap bisa dicegah untuk dilain waktu dan lokasi.
4. Korban video porno

Dalam handphone yang disita pihak berwajib, ternyata didalamnya berisi banyak video porno, rekaman adegan begituan, dan gambar gambar yang vulgar. Kakak dan adik pelaku diduga kuat, menjadikan adiknya sebagai korban berkali-kali, karena pengaruh dari apa yang biasa mereka tonton. Kebiasaan menonton video porno yang dimiliki para pelaku ini, diduga kuat merupakan pemicu utama tragedi memilukan, yang menimbulkan korban saudara mereka sendiri, itu terjadi berulang kali.
5. Trauma dan khilaf

Gadis asal wilayah Kabupaten Pringsewu, Lampung, yang menjadi korban itu, tentu saja akan mengalami trauma yang berkepanjangan. Sedangkan pelaku utama yang juga merupakan ayah korban, mengaku khilaf. Karena khilaf dan gelap mata maka akal dan budi pekerti mereka kalah dengan naluri, kalah dengan nafsu, kalah dengan keinginan dan lainnya. Sementara itu sang gadis sebagai korban itu sendiri, menjadi korban karena kalah dengan keadaan.
Semoga dengan terungkapnya kasus ini. Nasib masa depan korban, bisa mendapatkan jalan yang lebih baik lagi. Semoga saja. Dan kejadian kejadian serupa, semoga saja tidak terjadi lagi dalam belahan bumi Pertiwi. Ditulis ulang oleh arbib kaskus 2019 dari berita detiknews dan video terlampir.
Simak Juga Link Koleksi Thread TS yang Lainnya
NB: Gambar dan lampian video hanya sekedar pelengkap thread. Sumber gambar di capture dari hasil pencarian di twitter untuk kata kunci terkait itu.
Komentar